Ketika Bitcoin menyentuh ATH baru akibat euforia pelantikan Trump, sejumlah ahli keuangan dan analis kripto membaca sentimen bullish ini sebagai sinyal positif untuk pergerakan harga Bitcoin tahun ini. Saat ini, Bitcoin diperdagangkan di $107.106 dengan kapitalisasi pasar $2,12 triliun, menunjukkan kinerja kuat dengan kenaikan lebih dari 11% sejak awal 2025. Hal ini menjadi panggung bagi apa yang banyak ahli yakini sebagai tahun yang transformatif bagi pasar kripto.
Mengapa Analis Bertaruh Besar pada Bitcoin?
Survei komprehensif yang dilakukan Finder, menampilkan wawasan dari 25 ahli industri, mengungkap target harga rata-rata $161.105 untuk Bitcoin pada akhir 2025. Proyeksi ini merupakan kenaikan signifikan dari perkiraan sebelumnya, melampaui konsensus Oktober 2024 sebesar $113.364.
Joseph Raczynski, seorang Futurist di JT Consulting & Media, muncul sebagai salah satu suara paling bullish dalam survei, mengaitkan target harga optimistis $275.000 miliknya dengan apa yang ia sebut sebagai “trifecta emas” dari kondisi yang menguntungkan. “Sejak saya mengamati Bitcoin (2011), belum pernah trifecta emas ini selaras,” jelas Raczynski, merujuk pada kejelasan regulasi di AS, potensi adopsi oleh negara-bangsa sebagai cadangan strategis, dan penerimaan institusional yang meluas sebagai katalis utama.
Volatilitas Harga Masih Berlanjut di 2025?
Terlepas dari prospek yang secara keseluruhan optimistis, para analis memperkirakan fluktuasi harga yang signifikan sepanjang 2025. Survei tersebut mengungkap rentang prediksi yang lebar, dengan puncak tertinggi yang diproyeksikan mencapai $300.000 dan titik terendah di $39.500. Prediksi harga maksimum rata-rata berada di $185.000, sementara rata-rata minimum berada di sekitar $80.167, yang menyiratkan bahwa investor harus bersiap menghadapi volatilitas pasar yang besar.
Harga Bitcoin Masih Terlalu Rendah?
Mungkin aspek paling menarik dari survei ini adalah 80% ahli keuangan menganggap Bitcoin saat ini sudah “wajar” atau masih “undervalued”. Sentimen ini sangat kuat di antara 48% responden yang secara eksplisit menyatakan bahwa Bitcoin undervalued, sementara 32% menganggapnya sudah dihargai secara wajar. Hanya minoritas, yakni 20%, yang melihat kripto ini sedang overvalued pada level harga saat ini.
Josh Fraser, salah satu pendiri Origin Protocol, menyampaikan salah satu argumen paling meyakinkan soal undervaluation Bitcoin, meski ia justru memberikan prediksi harga terendah dalam survei, yaitu $39.500. “Bitcoin tetap undervalued,” tegas Fraser, dengan menarik paralel terhadap kapitalisasi pasar emas. “Kapitalisasi pasar Bitcoin yang melampaui emas (~$17T) dalam dekade berikutnya… akan membawa harga Bitcoin ke sekitar $800.000,” jelasnya, sambil menyoroti karakteristik Bitcoin yang lebih unggul dalam hal keterbagian, aksesibilitas, dan kemudahan transfer.
Bagaimana Nasib BTC Setelah 2025?
Seluruh ahli keuangan yang disurvei menilai tren kenaikan Bitcoin akan berlanjut melampaui 2025 karena mereka melihat aset digital ini berpotensi menyentuh $400.000 pada 2030. Proyeksi jangka panjang yang positif ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan pasar terhadap nilai fundamental Bitcoin, yang berpotensi mengubah sistem keuangan global dalam beberapa tahun ke depan. Hal ini terjadi karena berbagai faktor, seperti pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve, perkembangan politik ke depan, dan keterbatasan pasokan. Semua faktor tersebut akan menjadi katalis positif bagi pertumbuhan Bitcoin, serupa dengan bagaimana kampanye pemilu pro-kripto Trump dan penunjukan pejabat terkait memicu reli harga tahun lalu.
Investor Perlu Menentukan Posisi dengan Hati-hati
Meski sebagian besar ahli keuangan berpendapat bahwa Bitcoin akan mengalami apresiasi harga yang signifikan tahun ini, mereka tetap meminta investor kripto untuk mengambil pendekatan yang berhati-hati. Ini terutama disebabkan oleh volatilitas harga BTC yang melekat.
Rentang prediksi harga Bitcoin yang luas, dari $60.000 hingga $275.000, mencerminkan pentingnya penentuan posisi strategis dan manajemen risiko oleh para trader kripto seiring berkembangnya kerangka regulasi dan terus tumbuhnya adopsi institusional. Bergantung pada faktor-faktor ini, trajektori harga Bitcoin pada 2025 akan berfluktuasi, yang sekaligus menjadi tantangan dan peluang menarik bagi pelaku pasar.





